Liputan Terhangat Hari Ini – Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto tampak buru-buru pergi dari kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, usai melakukan deklarasi pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) dan Daniel Mutaqien.
Bahkan, ia tampak abai dan terus berjalan saat sejumlah wartawan mengejarnya. Padahal, sesaat sebelum Setnov pergi, protokol acara telah mengumumkan kepada wartawan tentang adanya konferensi pers mengenai deklarasi tersebut.
Baca Juga : KPK Bakal Jemput Paksa Miryam S Haryani
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham pun mengelak jika Setnov dianggap kabur dari wartawan. Menurutnya, kepergian Setnov tidak berkaitan sama sekali dengan beredarnya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus KTP Elektronik oleh KPK pada beberapa waktu lalu.
“Bukan, jadi berdasar rapat pleno, diputuskan bahwa konferensi pers diserahkan oleh juru bicara, yaitu Idrus Marham,” ucap Idrus di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis (9/11).
Baca Juga : Kalahkan Agus dan Anies, LSI : Ahok Menang Telak di Kalangan Non Muslim
“Ada (kesibukan),” tambahnya ketika didesak wartawan terkait alasan kepergian Setnov.
Ketika ditanya lebih lanjut terkait sikap Partai Golkar terhadap beredarnya kabar penerbitan SPDP kasus e-KTP, Idrus pun cenderung menghindar dan tidak menjawabnya dengan jelas.
“Kita sudah sepakat bahwa hal-hal yang berkaitan dengan kasus hukum yang terkait dengan Pak Setya Novanto, sebaiknya ditanyakan kepada penasihat hukum,” kata Idrus dengan nada diplomatis seperti diringkas Agen Domino.
Baca Juga : Putusan MK Tak Ada Ambang Batas, Pakar: Pansus RUU Pemilu Harus Berjiwa Besar



0 comments:
Posting Komentar